Kami adalah penyedia jasa penerbitan dan percetakan yang telah beroperasi sejak tahun 2016, dan bergabung menjadi anggota IKAPI dengan nomor 258/JTE/2023. Jika Anda memiliki naskah yang masih nganggur, daftar dan terbitkan bukumu sekarang !!!LIHAT PAKET TERBIT- Menulis Untuk Kemanfaatan -

container no-pad-m no-pad-v-m widgetNoTitle noCapSlider

8/slider/storage/16-9/1140

Iklan Tersedia ads left available col-xs-12 col-sm-6 img-31-9

Iklan Tersedia <a href="wAC">ads left available col-xs-12 col-sm-6 img-31-9</a>
PROMO TERBATAS !!!
SPACE IKLAN - A1
100k / bulan
250k / 3 bulan

Iklan Tersedia ads right available col-xs-12 col-sm-6 img-31-9

Iklan Tersedia <a href="wAC">ads right available col-xs-12 col-sm-6 img-31-9</a>
PROMO TERBATAS !!!
SPACE IKLAN - A2
100k / bulan
250k / 3 bulan

TEKNOLOGI SISTEM TELEKOMUNIKASI



BAB I PENDAHULUAN

1.1.           Latar Belakang Masalah

Perkembangan teknologi dari masa ke masa semakin cepat, bahkan hampir setiap tahun selalu muncul inovasi – inovasi teknologi yang semakin canggih dan efisien. Salah satunya dalam bidang telekomunikasi, dimana setiap individu pasti membutuhkan yang namanya komunikasi sehingga memicu penemuan – penemuan tersebut. Tidak seperti dulu lagi, dimana komunikasi dengan orang di luar negeri masih sulit, berbeda dari sekarang, komunikasi internasional bukanlah masalah yang sulit meskipun belum 100% orang menggunakan teknologi ini.
Dalam makalah ini yang berjudul “Teknologi Sistem telekomunikasi” yang membahas tentang telekomunikasi mulai dari sejarah singkat hingga proses – proses telekomunikasi.

1.2.           Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka rumusan masalahnya adalah sebagai berikut :
a.       Bagaimanakah perkembangan teknologi sistem telekomunikasi ?
b.      Bagaimanakah komponen – komponen dalam sistem telekomunikasi ?
c.       Bagaimanakah proses telekomunikasi ?
d.      Bagaimanakah masalah – masalah yang menghambat telekomunikasi ?
e.       Bagaimanakah macam – macam topologi jaringan ?

1.3.           Batasan Masalah

Dikarenakan luasnya ilmu pengetahuan, maka makalah ini terbatas pada hal-hal dibawah ini :
a.       Menjelaskan perkembangan dari teknologi sistem telekomunikasi.
b.      Menjelaskan komponen – komponen yang terkait dengan sistem telekomunikasi.
c.       Menjelaskan tahapan-tahapan proses telekomunikasi.
d.      Menjelaskan masalah – masalah yang mungkin muncul dalam sistem telekomunikasi.
e.       Menjelaskan macam – macam topologi jaringan.

1.4.           Tujuan

Tujuan dari pembuatan makalah ini antara lain sebagai berikut :
a.       Pembaca dapat memahami perkembangan teknologi sistem telekomunikasi.
b.      Pembaca dapat memahami komponen – komponen apa saja yang terkait dengan sistem telekomunikasi.
c.       Pembaca dapat memahami tentang tahapan – tahapan proses telekomunikasi.
d.      Pembaca dapat memahami masalah – masalah yang dihadapi dalam sistem telekomunikasi.
e.       Pembaca dapat memahami macam – macam topologi jaringan.

1.5.           Manfaat

a.       Diharapkan bisa menjadi rujukan atau referensi ilmu pengetahuan dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi.
b.      Menambah pengetahuan bagi yang membaca makalah ini.

1.6.           Tinjauan Pustaka

Berikut kajian studi yang terkait dengan makalah ini :
a.       Rifki Hartikas N dan Ummi Azizah S (2014) dalam jurnalnya yang berjudul “Sistem Telekomunikasi Menggunakan Gelombang Mikro” menyatakan bahwa sistem komunikasi gelombang mikro bertujuan untuk mengirimkan suatu informasi dari satu tempat ke tempat lain tanpa gangguan dan hasilnya dapat diterima dengan jelas. Proses Transmisi Gelombang, pemanfaatan gelombang mikro terdiri dari Telekomunikasi, radar, Radio Microwave selain itu sistem komunikasi di indonesia terutama menggunakan sistem ke end user di setiap sistem selular tetap menggunakan gelombang mikro. Dimana untuk komunikasi ke end user operator GSM di indonesia memakai frekuensi di sekitar 800 MHz, 900MHz dan 1800MHz.
b.      Muh Sulaiman dkk (2014) menulis jurnal yang berjudul “Sistem Komunikasi Serat Optik Data Satelit” berpendapat bahwa teknologi serat optik merupakan teknologi dengan kecepatan data yang mempunyai kapasitas lebih besar dan jarak yang lebih jauh dengan harga yang lebih rendah. Pada Satelit, teknologi serat optik sangat bermanfaat untuk berbagai segi pengiriman data informasi, mulai dari lingkup lokal sampai telekomunikasi antar benua. Teknologi ini menggunakan cahaya untuk mengirimkan data. Cahaya yang membawa informasi data dapat dipandu melalui serat optik berdasarkan fenomena fisika yang disebut total internal reflection. Secara tinjauan cahaya sebagai gelombang elektromagnetik, informasi dibawa sebagai kumpulan gelombang-gelombang elektromagnetik terpandu yang disebut mode.
c.       B. Destyningtias (2013) dalam jurnalnya yang berjudul “Teknologi HANDOFF pada Sistem Telekomunikasi CDMA” menyebutkan bahwa perkembangan komunikasi seluler sistem CDMA muncul sebagai alternatif lain yang menawarkan berbagai kelebihan dari sistem sebelumnya antara lain kapasitas yang lebih tinggi untuk mengatasi lebih banyak panggilan yang simultan per channel dibanding sistem yang ada. Sistem CDMA menyediakan soft hand-off dari satu base-station ke lainnya sebagai sebuah roaming telepon bergerak dari sel ke sel.

1.7.           Sistematika Penulisan

Bab I Pendahuluan
Bab ini menguraikan latar belakang masalah, rumusan masalah, batasan maslah, tujuan, manfaat, tinjauan pustaka, dan sistematika penulisan.
Bab II Landasan Teori
Bab ini memberikan uraian mengenai teori-teori yang berhubungan dengan pokok-pokok permasalahan yang penulis ambil.
Bab III Pembahasan
Bab ini memberikan uraian mengenai pembahasan dari rumusan masalah yang ada.
Bab IV Penutup
Bab ini memberikan uraian mengenai kesimpulan dan saran yang bersifat membangun dengan adanya sistem komputer agar dapat memberi manfaat bagi pembaca pada umumnya.

BAB II LANDASAN TEORI

2.1.           Pengertian Teknologi

Penggunaan pengetahuan ilmiah untuk meningkatkan cara melakukan sesuatu. Misalnya dengan menggunakan pengetahuan ilmiah untuk menciptakan mesin atau perangkat yang berguna mempermudah suatu pekerjaan tertentu.

2.2.           Pengertian Informasi

Sekumpulan data dan informasi yang saling berhubungan dan terintegrasi untuk mencapai tujuan tertentu.

2.3.           Pengertian Telekomunikasi

Telekomunikasi berasal dari dua kata yaitu tele dan komunikasi. Tele yang berarti jauh, dan komunikasi yang berarti proses penyimpanan sebuah pesan atau informasi dari sebuah individu ke individu lain atau dari suatu tempat ke tempat lain.
Menurut UUD RI no 36 tahun 1999 tentang telekomunikasi, bahwa telekomunikasi adalah setiap pemancaran, pengiriman, dan atau penerimaan dari setiap informasi dalam bentuk tanda – tanda, isyarat, tulisan, gambar, suara, dan bunyi melalui sistem kawat, optik, radio, atau sistem elektromagnetik lainnya.

2.4.           Pengertian Sistem Telekomunikasi

Seluruh unsur atau elemen baik infrastruktur telekomunikasi, perangkat telekomunikasi, sarana dan prasarana telekomunikasi.

BAB III PEMBAHASAN

3.1.           Perkembangan Teknologi Sistem Telekomunikasi

Berawal ketika Antonio Meucci menemukan telepon. Setelah itu perkembangan telekomunikasi sangat cepat dibanding sistem yang lain. Dan sejak ditemukannya transistor, integrated circuit (IC), sistem prosesor, dan sistem penyimpanan perkembangannyapun menjadi semakin tidak terduga.
Sebelum ditemukannya telepon. Manusia menggunakan drum untuk komunikasi jarak jauh misalnya saat zaman peperangan dahulu, ada seorang yang memukul drum untuk memberi isyarat menyerang. Pada abad ke-5 sebelum masehi, manusia menggunakan api. Kemudian bertambah lagi menggunakn asap pada abad ke-2 sesudah masehi dan air pada abad ke-4 sesudah masehi dengan menggunakan kode morse untuk menyampaikan pesan tersebut.
Teknologi sistem telekomunikasi merupakan segala sesuatu yang dibuat untuk mempermudah dalam mengirim data atau informasi dari suatu individu ke individu lain atau suatu tempat ke tempat lain.
Gambar 3.1.1 : Drum.
http://reader14.docslide.net/store14/html5/322015/557202614979599169a36ae8/bga.png
Gambar 3.1.2 : Api.
http://reader14.docslide.net/store14/html5/322015/557202614979599169a36ae8/bgb.png
Gambar 3.1.4 : Air.
http://reader14.docslide.net/store14/html5/322015/557202614979599169a36ae8/bga.png
Gambar 3.1.3 : Asap.

3.2.           Komponen – Komponen Teknologi Sistem Telekomunikasi

Berdasarkan pengertian diatas agar bisa melakukan proses tersebut. Maka dibutuhkan komponen – komponen utama yang terhubung. Berikut komponen – komponen tersebut :
a.       Pesan atau data yang akan dikirim.
b.      Perangkat pengirim (sender) yang berfungsi mengirim data atau sebagai Sourch (sumber).
c.       Media transmisi (medium) atau jalur atau kanal yang akan menyalurkan data.
d.      Perangkat penerima (receiver).
e.       Protokol atau aturan – aturan / standar yang disepakati dalam proses pengiriman, penyaluran, dan penerimaan.

Berikut penjelasan tambahan mengenai media transmisi :
a.       Bentuk media transmisi
Beberapa media transmisi dapat digunakan sebagai canal transmisi, yaitu dapat berupa kabel, radiasi elektro magnetik dan satelit. Bila sumber data dan penerima jaraknya tidak terlalu jauh dan dalam area yang lokal, maka dapat digunakan kabel sebagai media transmisi. Kabel dapat berbentuk kabel tembaga biasa, yang digunakan pada telepon atau coaxial cable atau fiber optical cable. Contoh kecepatan media transmisi dapat dilihat dalam tabel sebagai berikut :
Tabel 3.2.1 : Kecepatan / Media Transmisi.
Media Transmisi
Kecepatan
    Twisted pair  
    Coaxial Cable  
    Radio F
requensi wireless LAN  
    Infra
red Light wireless LAN  
    Microwave  
    
Satelit  
    Fiber Optic Cable    
    14,4 Kb/s – 100 Mb/s  
    10 Mb/s – 550 Mb/s  
    2 Mb/s – 8 Mb/s  
    4 Mb/s – 16 Mb/s  
    64 kb/s – 50 Mb/s  
    64 kb/s – 50 Mb/s  
    100 Mb/s – 10 Gb/s    

Bila sumber data dan penerima data jaraknya cukup jauh canal komunikasi dapat berupa radiasi elektro magnetik yang dipancarkan melalui udara terbuka, yang dapat berupa gelembung micro atau microwave atau sistem satelit. Microwave merupakan gelombang radio frequensi tinggi yang dipancarkan dari satu station ke station lain. Sifat pemancaran dari microwave adalah line of sight, yaitu tidak boleh terhalang karena adanya gedung – gedung yang tinggi, bukit – bukit atau gunung – gunung yang tinggi. Biasanya microwave digunakan untuk jarak yg dekat saja. Untuk jarak yang jauh harus digunakan station relay yang berjarak 30 – 50 km. station relay diperlukan, karena untuk memperkuat sinyal yang diterima dari station relay, sebelumnya dan meneruskanya ke station relay berikutnya. Karena microwave tidak boleh terhalang maka jarak – jarak yang jauh menggunakan satelit. Satelit berfungsi sebagai station relay yang letaknya di luar angkasa. Suatu satelit yang diletakkan di orbit tetap sejauh 30.320 km diatas permukaan bumi dapat menjangkau sekitar 40% dari seluruh permukaan bumi. 2 buah satelit dapat menjangkau lebih dari separuh permukaan bumi dan 3 buah satelit dapat menjangkau seleruh permukaan bumi.
Selain itu, ada juga perangkat pendukung transmisi data seperti modem, multi plexer, front end processor, switch, dan lain - lain.
b.      Kapasitas kanal transmisi
Bandwidhth (lebar band) Menunjukkan sejumlah data yang dapat ditransmisikan untuk 1 unit waktu yang dinyatakan dalam satuan bit per second (bps) atau character per second (cps). Bandwidhth dengan satuannya bps/cps menyatakan ukurannya dari kapasitas channel transmisi, bukan ukuran kecepatan. Transmisi data dengan ukuran 1000 bps tidak hanya dikatakan lebih cepat dari transmisi data dari ukuran 200 bps, tetapi dapat dikatakan bahwa lebih banyak data yang dapat dikirimkan dalam 1 unit waktu yang tertentu. Sebagai ilustrasi, dalam satuan waktu yang sama, volume air yang disalurkan oleh pipa dengan diameter penampang yang lebih besar akan lebih banyak dibandingkan dengan penyaluran air oleh pipa dengan diameter penampang yang lebih kecil, karena pipa dengan diameter yang lebih besar mempunyai kapasitas yang lebih besar, bukannya kecepatan pengaliran air di pipa dengan diameter penampang air yang lebih besar. Kapasitas tingkat penyaluran/band rate dari terminal transmisi dapat dilihat pada tabel dibawah ini.
Jenis Canal
Kapaistas Transmisi
Biaya Total
Biaya Rata – Rata
Tingkat Kesalahan
Narro Band Channel
Voice Band Channel
Broad Band Channel
50 – 300 bps
300 – 500 bps
s/d 1
juta bps
Rendah
Se
dang
Ting
gi
Tinggi
Sedang
Rendah
Tinggi
Sedang
Rendah
 Tabel 3.2.2 : Perbandingan antar canal transmisi.

c.       Jenis kanal transmisi
Satu canal transmisi dapat mempunyai tipe transmisi tipe transmisi :
1)      Satu arah (Simplex)
Merupakan canal transmisi yang hanya dapat membawa informasi data dalam bentuk satu arah saja, tidak bias bolak – balik. Contohnya siaran radio atau televise yaitu signal yang dikirimkan oleh stasiun pemancar hanya dapat ditangkap oleh pesawat penangkap siaran. Tetapi pesawat penangkap siaran tidak dapat mengirimkan informasi ke stasiun pemancar. Pengiriman data dari satu komputer ke komputer lain satu arah, tidak bisa bolak – balik.
2)      Semi dua arah (Half Duplex)
Merupakan canal transmisi dimana informasi data dapat mengalir dua arah yang bergantian ( satu arah dalam suatu saat tertentu), yaitu bila satu mengirimkan yang lain, sebagai penerima dan sebaliknya tidak bisa serentak. Dengan tipe transmisi dua arah yang bergantian dapat mengirim dan menerima data bergambar. Contoh walkie talkie merupakan contoh yang dapat didengarkan.
3)      Dua arah (Duplex)
Merupakan canal transmisi dimana informasi data dapat mengalir dalam dua arah serentak (dapat mengirim dan menerima saat bersamaan). Contohnya telepon dapat berbicara dan saling mendengarkan.
d.      Mode transmisi
Transmisi data lewat canal transmisi dapat berupa mode transmisi parallel dan serial. Pada mode transmisi parallel semua bit dari character yang diwakili oleh suatu kode, ditransmisikan secara serentak karakter setiap saat. Misalnya, bila digunakan kode ASCII, maka dibutuhkan sebanyak 8 canal untuk ditransmisikan ke dalam 1 bit dari karakter.
Description: https://materikuliahif.files.wordpress.com/2012/01/sycronization-e1326013074233.jpg?w=500
Gambar 3.2.1 : False Sinkronisasi.
Description: https://materikuliahif.files.wordpress.com/2012/01/sycronization-e1326013074233.jpg?w=500
Gambar 3.2.2 : Transmisi sinkronisasi.
Transmisi secara serial, merupakan mode transmisi yang umum digunakan. Pada mode ini masing – masing bit dari suatu character dikirimkan secara berurutan, yaitu bit/bit, satu bit diikutin oleh bit berikutnya. Penerima, kemudian merakit kembali arus bit – bit yang datang ke dalam bentuk character.

3.3.           Alur Proses Teknologi Sistem Telekomunikasi

Alur proses telokomunikasi dapat digambarkan seperti gambar dibawah ini.
Gambar 3.3.1 : Alur proses telekomunikasi.
a.       Pesan berupa data atau informasi yang akan dikirim berbentuk :
ü  Text à telegraph.
ü  Data à teletext.
ü  Voice à telephone.
ü  Picture  à television.
ü  Music à radio.
ü  Picture dan Video à videophone.
b.      Pesan tersebut lalu diubah kedalam bentuk biner atau bit yang kemudian diencode menjadi sinyal oleh perangkat encoder.
c.       Sinyal tersebut lalu di kirimkan melalui media transmitter yang telah ditentutan saat membuat konfigurasi jaringan.
d.      Lalu sinyal diterima oleh stasiun penerima.
e.       Kemudian didecode dalam bentuk yang sesuai dengan format aslinya oleh perangkat receiver.
f.       Pesan diterima seperti yang bisa kita lihat / dengar.

3.4.           Topologi Jaringan

Berbicara tentang telekomunikasi, pastinya tidak lepas dari yang namanya topologi jaringan dimana topologi jaringan merupakan bentuk rancangan utama dari berbagai komponen jaringan yang saling terhubung. Berikut macam – macam topologi jaringan :
a.       Bus
topologi-bus
Gambar 3.4.1 : Bus.
Biasanya digunakan pada jaringan yang menggunakan fiber optic.
Kelebihan :
ü  Penambahan workstation baru bisa dilakukan dengan mudah.
ü  Biaya relatif murah karena menggunakan sedikit kabel.
Kekurangan :
ü  Jika salah satu kabel bermasalah, maka akan berpengaruh pada client lain.
ü  Transfer data relatif kurang efisien sehingga terkadang terjadi tabrakan.
ü  Sulit dikembangkan karena teknologi ini termasuk jadul.




b.      Star
topologi-star 
Gambar 3.4.2 : Star.
Biasanya menggunakan switch/hub untuk menghubungkan client-nya.
Kelebihan :
ü  Jika salah satu client bermasalah, maka tidak akan mempengaruhi client lain.
ü  Keamanan bisa dibilang lebih baik dari topologi bus.
ü  Mudah mendeteksi masalah jika terjadi.
Kekurangan :
ü  Jika switch/hub bermasalah, maka semua client yang terhubung akan bermasalah juga.
ü  Sangat tergantung pada jaringan terminal pusat.
ü  Biaya lebih mahal dari pada topologi bus.



c.       Ring
topologi-ring 
Gambar 3.4.3 : Ring.
Biasanya hanya menggunakan LAN card pada masing – masing client.
Kelebihan :
ü  Transfer lebih baik dari pada topologi bus.
ü  Konfigurasi jaringan terbilang mudah.
ü  Biaya cukup murah.
Kekurangan :
ü  Jika salah satu kabel putus, transfer bisa dilakukan melalui jalan lain. Tapi jika ada dua / lebih kabel yang putus, maka client yang tidak terbuhung ke pusat akan bermasalah.
ü  Rawan terjadi tabrakan data (collision).
ü  Pencarian sumber masalah cukup susah.





d.      Mesh
topologi-smesh 
Gambar 3.4.4 : Mesh.
Hampir semua komputer saling terhubung sehingga memungkinkan terjadinya backup jalur data jika salah satu terputus.
Kelebihan :
ü  Keamanan jaringan sangat baik.
ü  Tidak akan terjadi tabrakan data.
ü  Bandwidth tergolong lebar.
Kekurangan :
ü  Biaya mahal karena banyaknya kabel yang digunakan.
ü  Instalasi jaringan sangat rumit.







e.       Tree
topologi-tree 
Gambar 3.4.5 : Tree.
Merupakan gabungan dari topologi star dan bus
Kelebihan :
ü  Manajemen data lebih mudah karena letak data yang terpusat.
ü  Mudah berkembang agar lebih luas.
Kekurangan :
ü  Jika komputer yang berada ditingkat tinggi mengalami masalah, maka jaringan dibawahnya akan bermasalah.
ü  Kecepatan data tergolong lambat tergantung komputer pusat.
ü  Menggunakan banyak kabel.









f.       Hybrid.
topologi jaringan komputer 
Gambar 3.4.6 : Hybrid.
Gabungan dari berbagai macam topologi jaringan yang berbeda.
Kelebihan :
ü  Lebih fleksibel.
ü  Konfigurasi jaringan relatif lebih mudah.
Kekurangan :
ü  Pengelolaan sangat rumit karena besarnya jaringan.
ü  Instalasi jaringan juga tergolong mahal.
Selain itu, instalasi topologi jaringan bisa dilakukan dalam wilayah tertentu, antara lain :
a.       Local Area Network (LAN), cakupan wilayah kecil seperti : warnet, kantor, sekolah, dll.
b.      Metropolitan Area Network (MAN), gabungan dari beberapa jaringan LAN, cakupan wilayah sekitar 10-50 km.
c.       Wide Area Network (WAN), cakupan wilayah sangat luas seperti : jaringan dalam suatu negara atau benua.
Media yang digunakanpun bermacam – macam seperti kabel UTP, fiber optic (Wired Network), atau bisa juga menggunakan perangkat nirkabel (Wireless Network).

BAB IV PENUTUP

4.1.           Kesimpulan

Dari pembahasan diatas, maka berikut kesimpulan yang diperoleh :
a.       Pada zaman dahulu, manusia menggunakan drum, api, asap, lalu air dengan kode – kode tertentu agar bisa berkomunikasi jarak jauh. Berbeda dengan sekarang yang sudah menggunakan komponen – komponen yang rumit namun efisien.
b.      Secara umum, komponen – komponen telekomunikasi terdiri atas pesan (data), perangkat pengirim, media transmisi, perangkat penerima (receiver), dan aturan/standar (protokol).
c.       Pesan di encode menjadi sinyal dan dikirim melalui media transmitter lalu diterima receiver dan didecode menjadi pesan kembali.
d.      Adapun jenis topologi jaringan ; star, ring, bus, mesh , tree, dll.

4.2.           Saran

a.       Bagi pembaca :
Mudahnya akses internet pada zaman sekarang berkat majunya teknologi telekomunikasi sehingga mempermudah bagi kita dalam mencari informasi. Untuk itu, kami menghimbau agar tidak malas membaca apapun alasannya karena dengan membaca kita akan tahu.
b.      Bagi penulis :
Seperti biasa, tidak ada sesuatu yang sempurna, karena seiring perkembangan zaman, sesuatu yang kita anggap sempurna pada zaman sekarang bukanlah apa – apa di masa depan. Maka kritik dan saran dari pembaca sangat kami harapkan demi kemajuan ilmu pengetahuan dan demi masa depan yang lebih baik.



DAFTAR PUSTAKA


Unknown . “Makalah Telekomunikasi Jaringan” . 23 September 2016 . http://lembagapendidikanmuzye.blogspot.co.id/2013/01/makalah-telekomunikasi-jaringan.html

Sudarjat Martinus . “Makalah Perkembangan Telekomunikasi” 23 September 2016 . http://tug4smakalahku.blogspot.co.id/

Adriansyahadan . “sistem telekomunikasi” . 23 September 2016 . https://adriansyahadam.wordpress.com/2012/04/02/sistem-telekomunikasi/

Kemasnurhadi . “Dasar Telekomunikasi” . 23 September 2016 . http://dokumen.tips/documents/tugas-makalah-dasar-telekomunikasi-2.html.

Unknown .  “Telekomunikasi” . 23 September 2016 . https://id.wikipedia.org/wiki/Telekomunikasi




LAMPIRAN  CURRICULUM VITAE


Nama
: Ahmad Faidul Basyar
TTL
: Pati, 29 Mei 1995
Jenis Kelamin
: Laki-laki
Job
: Pokok bahasan pertama & editor makalah
Alamat
: Ds. Karaban RT.05 RW.06 Kec. Gabus Kab. Pati

Nama
: Nurlia Sherlina F. S.
TTL
: Kudus, 23 April 1996
Jenis Kelamin
: Perempuan
Job
: PowerPoint & pokok bahasan ke-empat
Alamat
: Ds. Purwosari RT.02 RW.06 Kab. Kudus

Nama
: Yashinta Mardani
TTL
: Kudus, 16 Februari 1997
Jenis Kelamin
: Perempuan
Job
: Pokok bahasan ke-dua
Alamat
: Ds. Cendono RT.05 RW.06 Kec. Dawe Kab. Kudus

Nama
: Miftakhul Amin
TTL
: Jepara, 26 Desember 1996
Jenis Kelamin
: Laki-laki
Job
: Pokok bahasan ke-tiga
Alamat
: Ds. Kalipucang Kulon RT.05 RW.03 Kec. Welahan Kab. Kudus


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Iklan Tersedia ads left available col-xs-12 col-sm-6 img-31-9

Iklan Tersedia <a href="wAC">ads left available col-xs-12 col-sm-6 img-31-9</a>
PROMO TERBATAS !!!
SPACE IKLAN - B1
25k / bulan
60k / 3 bulan

Iklan Tersedia ads right available col-xs-12 col-sm-6 img-31-9

Iklan Tersedia <a href="wAC">ads right available col-xs-12 col-sm-6 img-31-9</a>
PROMO TERBATAS !!!
SPACE IKLAN - B2
25k / bulan
60k / 3 bulan